SIDIKALANG (DAIRI) TERNYATA TELAH MELAHIRKAN FISIKAWAN TERKENAL

Fisikawan dari sumatera utara,

Fisikawan adalah seorang ilmuwan yang melakukan penelitian dalam bidang fisika. Fisikawan mempelajari berbagai fenomena fisik dalam berbagai cabang fisika dari partikel sub-atom sampai dengan perilaku materi alam semesta secara keseluruhan (kosmologi).

Tahun 2005 ini ditetapkan sebagai Tahun Fisika Dunia oleh badan pendidikan PBB, UNESCO. Tepat 100 tahun silam, Albert Einstein muda –masih 26 tahun— menulis artikel ilmiah bertajuk ”On the Elektromagnetik of Moving Body”. Tulisan inilah yang akhirnya menelurkan teorinya yang paling populer hingga kini, teori relativitas.

Salah satu murid dari cucu Einstein ada di Indonesia. Dialah Prof. Dr. Pantur Silaban. Mahasiswa jurusan fisika elektro bisa jadi tak awam lagi mendengar namanya. Dialah yang menerjemahkan dua volume buku Elements of Engineering Electromagnetics ke bahasa Indonesia.

Pantur Silaban lahir di Sidikalang, Sumatra Utara, pada 11 November 1937 dari pasangan Israel Silaban dan Regina br. Lumbantoruan. Keingintahuannya pada fisika bermula ketika guru ilmu alamnya di SMP Sidikalang menerangkan bahwa sinar yang masuk ke dalam air selalu dibelokkan. Mengapa? “Tak ada jawaban yang memadai.” Hukum Snellius mengenai pembiasan itu merupakan pintu masuk bagi Pantur Silaban mencintai fisika. Karena tak ada jawaban jitu dari sang guru, ia pun bernazar akan menggeledah rahasia Alam Semesta melalui studi fisika di kemudian hari.

Di tengah jalan, antara SMP dan SMA, meluap pula minatnya belajar teologi. Hendak menjadi pendeta rupanya keinginannya. Meninggalkan Sumatra selepas SMA, Pantur Silaban singgah di Jakarta dengan maksud belajar teologi di STT Proklamasi. Selama mempersiapkan ujian masuk ke STT, anehnya, dia sakit di Jakarta dan tak kunjung sembuh. Perjalanan diteruskan ke Bandung. Tujuannya satu: kuliah di Fisika ITB. Diterima di sana, Pantur Silaban menyelesaikan studinya hingga menjadi sarjana fisika pada tahun 1964 dan langsung diterima sebagai anggota staf pengajar di Departemen Fisika ITB.

Pada masa kuliah di ITB, kecenderungannya pada fisika teori mulai terbentuk. Ia menggandrungi matematika murni dan kuliah-kuliah di jalur fisika teori, seperti mekanika klasik, teori medan elektromagnetik, mekanika kuantum, teori relativitas Einstein.

Maka, ketika ada tawaran belajar lanjut di Amerika Serikat pada pertengahan 1960an, dia membidik Universitas Syracuse, New York untuk mempelajari Teori Relativitas Umum Einstein. Di perguruan tinggi yang dosen dan mahasiswanya dominan orang Yahudi itu tegak sebuah Pusat Studi Relativitas Umum sebagai yang paling prestisius di dunia, satu dari lima pusat studi Relativitas Umum yang ada di muka Bumi ini.

Pantur Silaban diterima di Universitas Syracuse pada tahun 1967 dan dibimbing langsung oleh Joshua N. Goldberg, murid Albert Einstein, dan Peter G. Bergmann, asisten Albert Einstein. Disertasinya dalam Teori Relativitas Umum Einstein rampung pada tahun 1971 dan menjadikan Pantur Silaban sebagai fisikawan pertama Indonesia yang belajar Teori Relativitas Umum hingga tingkat Ph.D.

Pada 1972 ia kembali di Bandung dan mengajar di almamaternya sambil melakukan penelitian teoretis fundamental dalam fisika. Dua hasil risetnya di tahun itu, Foundation of Group Theory in Physics dan Lorentz Covariant Conservation Laws tersua di dalam prosiding ITB.

Pantur Silaban terlibat dalam rombongan “Indonesia mengajar Malaysia” sebagai pengajar di National University of Malaysia, Kualalumpur (1973-1976). Di tahun penghujung tugasnya mengajar di Malaysia itu, Pantur Silaban berhasil menembus jurnal ilmiah tingkat dunia khusus mengenai gravitasi dan relativitas ketika risetnya diterbitkan di Journal of General Relativity and Gravitation Vol 7, 1976 di bawah judul “Equations of Motion in the Null Formalism”.

Anggota beberapa organisasi fisikawan tingkat internasional seperti American Physical Society; Gravity Research Foundation, di Amerika Serikat; South East Asian Mathematical Society, Pantur Silaban kerap diundang berceramah di luar negeri. Di International Centre for Theoretical Physics yang didirikan antara lain oleh pemenang Nobel Fisika asal Pakistan, Abdus Salam, dan bermarkas di Trieste, Italia, Pantur Silaban beberapa kali mempresentasikan hasil penelitiannya. Antara lain, “Graded Lie Algebra in Classical General Relativity,” pada April 1986.

Pada 1995 dia diundang berbicara di Pusat Studi Relativitas Umum Universitas Syracuse saat perayaan 70 tahun pembimbingnya, Joshua N. Goldberg, bersama raksasa-raksasa Relativitas Umum yang menyebar di berbagai tempat di Amerika Serikat, Eropa, dan Kanada. Pada September 1998 Pantur Silaban diminta berbicara tentang model elektrolemah yang diperluas dalam Kongres Nasional Australian Institute of Physics di Freemantle, Australia.

Guru Besar Fisika Teori ITB per Januari 1995 itu menerbitkan tiga buku teks fisika: Tensor dan Simetri (Penerbit Binacipta, 1979), Teori Grup dalam Fisika (Penebrit Angkasa, Bandung, 1981), dan Dasar-Dasar Fisika Teori (Penerbit Angkasa, Bandung, 1982).

Pada awal dasawarsa 1980-an Pantur Silaban mendirikan sekaligus memimpin Kelompok Bidang Keahlian Fisika Teori, suatu tempat yang menyenangkan bagi dosen-dosen dan mahasiswa Jurusan Fisika dan Jurusan Astronomi yang menggumuli fisika partikel, kosmologi, dan fisika matematika.

Pantur Silaban, memasuki masa pensiun pada November 2002, tepat di usianya yang keenam puluh lima. Sebagai ikram kepada ikon dalam jagad fisika teori di Indonesia itu, mantan mahasiswa dan koleganya di Departemen Fisika dan Departemen Astronomi ITB pada 20 Februari 2003 mengadakan Seminar Sehari A Tribute to Prof. P. Silaban di Ruang 1201 Departemen Fisika ITB yang bersejarah bagi mahasiswa ITB dari segala jurusan (kecuali Seni Rupa) yang pernah kuliah Fisika Dasar.

Menikah dengan Rugun br. Lumbantoruan, Pantur Silaban dianu¬gerahi empat putri: Anna, Ruth, Sarah, dan Mary. Kecuali si bungsu, ketiganya sudah menikah dan memberinya empat cucu.

Sumber : NewsIndo.co, 5 Desember 2015

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *